Uji Kepadatan Tanah dengan Standard Proctor di Laboratorium

soil test standard proctor

Uji pemadatan Proctor yang dilakukan di laboratorium adalah untuk menentukan kadar air optimum dan di mana jenis tanah tertentu akan menjadi paling padat sehingga mencapai kepadatan kering maksimum.

Uji ini dinamakan Proctor sebagai bentuk penghormatan kepada Ralph Roscoe Proctor, yang pada tahun 1933 menunjukkan bahwa kerapatan/kepadatan kering tanah bergantung pada jumlah air yang terkandung pada tanah yang dipadatkan.

Biasanya pengujian laboratorium ini dilakukan untuk menemukan perbandingan kepadatan maksimum tanah di lapangan atau lokasi konstruksi

Tes aslinya paling sering disebut sebagai tes pemadatan standard Proctor, tesnya kemudian diperbarui untuk membuat tes pemadatan Proctor yang dimodifikasi.

Peralatan yang digunakan adalah cetakan, alat penumbuk, alat pengeluar benda uji, timbangan, oven pengering, pisau perata, saringan, alat pencampur, dan cawan.

Cara melakukan pengujian Standard Proctor


Tes laboratorium ini umumnya terdiri dari pemadatan tanah pada kadar air yang diketahui ke dalam sebuah alat cetakan silinder dengan kerah yang memiliki dimensi tinggi dan diameter standar dalam upaya melakukan pemadatan dengan besaran yang terkontrol.

Tanah biasanya dipadatkan ke dalam cetakan dengan jumlah tertentu dari lapisan yang sama, masing-masing menerima sejumlah 25 pukulan dari palu pemberat standar pada ketinggian tertentu.

Proses ini kemudian diulangi sebanyak 4x untuk menemukan berbagai kadar air dan kepadatan kering yang telah ditentukan.

Hubungan grafis dari kerapatan kering dengan kadar air kemudian diplot untuk membentuk kurva pemadatan.

Kepadatan kering maksimum akhirnya diperoleh dari titik puncak kurva pemadatan dan juga mendapatkan angka kadar air optimum.

Metode standar pengujian Proctor


Metode pengujian standard Proctor didalamnya terdapat perbaikan atau penambahan ketentuan penggunaan cara pemadatan dan cara pemadatan berdasarkan mudah atau tidaknya tanah menyerap air serta mudah atau tidaknya butiran tanah pecah apabila dipadatkan berulang kali.

Pengujian yang dilakukan pihak pekerja laboratorium umumnya konsisten dengan menggunakan metode uji standar Proctor dari American Society for Testing and Materials (ASTM), American Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO), atau Standar Nasional Indonesia (SNI).

Namun saat ini, detail prosedur dan peralatan untuk uji pemadatan Proctor standar ditentukan oleh ASTM D698, AASHTO T99, dan SNI 1743:2008.

Sedangkan untuk uji pemadatan Proctor yang dimodifikasi ditentukan oleh ASTM D1557 dan AASHTO T180.