Uji Kepadatan Pondasi dengan Sand Cone

Uji sand cone pada tanah dilakukan guna mengetahui kepadatan lapisan tanah maupun perkerasan yang sudah dipadatkan. Sand cone test dilakukan di lapangan untuk menyelidiki tanah yang akan dijadikan sebagai jalan raya ataupun pondasi agar konstruksi pembangunan bisa berjalan lancar dan memberikan hasil yang maksimal.

jasa sand cone test pengujian sampel tanah pondasi di lapangan

A. Persyaratan bahan, alat dan lokasi sand cone test

1. Pasir yang dipakai harus sesuai dengan ketentuan berikut ini:
  • Keras, kering, bersih, mampu mengalir bebas serta tidak mengandung bahan pengikat
  • Gradasi antara 0.075 mm - 2 mm
2. Penentuan lokasi titik uji wajib memenuhi:
  • Pengujian kepadatan dilarang dilakukan ketika titik uji tergenang
  • Ketika pengujian, usahakan untuk menghidarkan dengan adanya getaran
  • Pengujian kepadatan tanah dilakukan minimal dua kali untuk masing-masing titik dengan ketentuan jarak 50 cm
  • Hasil pengukuran berupa nilai kepadatan nantinya dihitung berapa rata-ratanya dengan penulisan dua angka dibelakang koma
  • Lapis pondasi bawah atau lapisan tanah berupa batu pecah dan sirtu (pasir batu) yang akan diuji dan mengandung butir dengan ukuran tidak mencapai 5 cm, wajib disiapkan dahulu dengan membuat sebuah lubang yang diameternya disamakan dengan diameter corong serta plat dudukan corong. Lubang tersebut dibuat dengan kedalaman antara 10 cm - 15 cm.
3. Alat yang digunakan dalam sand cone test:
  • Botol transparan sebagai tempat mengisi pasir kurang lebih 4 liter
  • Takaran yang sudah diketahui isinya kurang lebih 2.019 ml dengan lubang berdiameter 16,51 cm
  • Corong kalibrasi pasir berdiameter 16,51 cm serta pelat corong
  • Plat sebagai dudukan corong pasir berukuran 30,48 cm x 30,48 cm yang diameter lubangnya 16,51 cm
  • Peralatan kecil: meteran 2 m, mistar perata dari baja, sendok, pahat, palu dan kuas
  • Peralatan untuk mengetahui kadar air
  • Timbangan yang memiliki kapasitas minimal 10 kilogram yang ketelitiannya mencapai 1,0 gram
  • Timbangan dengan kapasitas minimal 500 gram yang ketelitiannya mencapai 0,1 gram

B. Alur langkah penyelidikan dan perhitungan sand cone test secara umum

Penting melakukan pengetesan dengan urut, urutannya sebagai berikut:
  • Penentuan isi botol/volume yang digunakan
  • Menentukan berat isi pasir yang dipakai
  • Menentukan berat isi tanah

C. Pengambilan lapis dasar atau sampel tanah pondasi yang diuji

Berikut adalah tata cara pegambilan sampel tanah untuk pondasi:
  • Ratakan permukaan lapis dasar pondasi atau sampel tanah yang diuji
  • Posisikan plat sebagai dudukan corong pasir berukuran 30,48 cm x 30,48 cm yang diameter lubangnya 16,51 cm di permukaan tanah
  • Kokohkan plat dudukan corong dengan paku atau pasak di keempat sisinya
  • Galilah lubang dengan kedalaman antara 10 cm - 15 cm di lubang plat corong
  • Usahakan seluruh partikel lepas dari penggalian tidak tertinggal di dalam lubang
  • Masukkan semua bahan lapis dasar pondasi atau sampel tanah yang digali dalam kaleng/wadah tertutup yang sudah dinyatakan beratnya, kemudian ditimbang.
  • Ambil material lapis dasar pondasi atau sampel tanah untuk dihitung kadar airnya

D. Keuntungan utama dari sand cone test adalah

Ada manfaat atau keuntungan dari pelakukan uji sand cone di lapangan, beberapanya:
  • Bisa melakukan banyak pengujian dengan tepat
  • Bisa mendapatkan data kadar air secara langsung

E. Kekurangan dari sand cone test adalah

Namun tentunya ada kekurangan dalam pengujian ini:
  • Harga peralatan yang dipakai cukup mahal
  • Kalibrasi yang diselidiki akan dibutuhkan pada tanah yang diuji

Itulah beberapa informasi terkait sand cone test yang merupakan salah satu cara pengujian tanah untuk mengetahui daya dukung tanah. Dengan menerapkan sand cone test maka konstruksi pembangunan jalan maupun pondasi bisa berjalan dengan tepat sasaran.

Blog Post