Pengertian dan Perlengkapan yang Dibutuhkan dalam Uji DCP

Uji penyelidikan tanah merupakan kegiatan untuk mengetahui karakteristik tanah dan daya dukung serta kondisi geologi, misalnya mengetahui sifat tanah/susunan lapisan tanah, kepadatan serta daya dukung tanah, mengetahui sifat korosivitas tanah ataupun mengetahui kekuatan lapisan tanah sebagai penyelidikan tanah dasar dalam keperluan pondasi bangunan maupun jalan. Salah satu penyelidikan tanah di lapangan yang bisa dilakukan yakni uji DCP (Dynamic Cone Penetrometer).

Penyelidikan tanah dilakukan guna mengetahui jenis pondasi yang nantinya akan dipakai untuk kontruksi bangunan. Di samping itu, dengan hasil dari penyelidikan tanah tersebut bisa ditentukan perlakukan pada tanah supaya daya dukung bisa mendukung kontruksi yang nantinya akan dibangun. Dengan penyelidikan tanah tersebut akan dipilih jenis /alternatif, kedalaman dan juga dimensi pondasi yang paling terjangkau namun tetap aman.

Dengan demikian, penyelidikan tanah amat penting serta wajib dilakukan sebelum sebuah struktur tersebut mulai dikerjakan. Jika kondisi daya dukung tanah sudah diketahui, maka kita dapat merencanakan sebuah struktur kontruksi yang kokoh serta tahan gempa, yang nantinya akan memberikan rasa aman dan kenyamanan maksimal saat berada di dalam bangunan maupun untuk kepentingan jalan raya.

Jalan merupakan infrastruktur yang tidak bisa dipisahkan dengan alur logistik. Pentingnya jalan untuk kelancaran alur logistik menjadikan proses pembuatannya mutlak direncanakan dengan matang. Suatu variabel perencanaan jalan yang wajib diperhatikan yaitu CBR. Untuk bisa memperoleh nilai CBR bisa memakai tes DCP. Berikut ini uraian lengkap mengenai uji DCP yang dapat dilakukan.

jasa uji DCP (Dynamic Cone Penetrometer)

Apa itu Uji DCP?

Metode DCP adalah alternatif apabila pengujian CBR tidak dapat dilakukan di lapangan. Tujuan dari uji DCP adalah untuk mengevaluasi kekuatan tanah dasar serta lapis pondasi jalan dengan cepat. DCP memberikan kekuatan lapisan hingga kedalaman 90 cm dari bawah tanah yang Anda tanpa menggali hingga kedalaman untuk pembacaan yang diharapkan.

Pengujian tersebut dilakukan dengan mencatat jumlah pukulan (blow) serta penetrasi dari kerucut logam (konus) yang tertanam di lapisan tanah / pondasi sebab pengaruh penumbuk. Kemudian, dengan memakai persamaan dan grafik, pembacaan nilai penetrometer diganti menjadi nilai yang sama dengan CBR.

Daya dukung tanah umumnya dinyatakan dalam bentuk % dari California Bearing Rasio atau CBR. Nilai DCP dipakai untuk memperoleh sejumlah informasi contohnya seperti berikut ini:
  • Informasi full depth pavement di bagian jalan yang diupayakan untuk memperoleh pelebaran jalan.
  • Informasi full depth pavement untuk jalan baru.
  • Informasi tebal overlay di bagian atas jalan aspal jika tidak terdapat data Benkelman Beam.
  • Informasi full depth pavement di bagian jalan yang akan direkontruksi.

Perlengkapan Uji DCP

Untuk menerapkan uji DCP dibutuhkan beberapa perlengkapan serta peralatan penunjang sebagai berikut:
  • Palu geser seberat 8 kg serta mempunyai tinggi jatuh 57.5 cm. Palu geser bergerak jatuh seukuran batang baja berdiameter 20 mm digunakan untuk memberikan tekanan di landasan.
  • Batang baja keras (Hammer shaft) dengan diameter 20 mm, minimal 72 cm dipakai sebagai batang geser.
  • Batang utama baja keras berdiameter 20 mm serta panjang 100 cm yang telah disambungkan pada konus yang dibuat dari bahan baja keras bersudut 30 derajat atau 60 derajat. Pada batang baja tersebut dibuat skala mm di setiap ujung konus yang akan masuk dalam tanah.
Itulah informasi terkait pengujian tanah menggunakan uji DCP. Pengujian ini merupakan salah satu alternatif tepat yang bisa dilakukan jika uji CBR tidak bisa dilakukan secara langsung di lapangan. Kami siap membantu Anda dalam melakukan uji DCP.

Blog Post